Sebagian Tubuh Lemas, Seperti Mati Rasa Disertai Tegang Di Area Sekitar Tengkuk Leher, Pundak dan Kepala

Setelah 14 Tahun Menderita Stroke; Kini Isteriku Mulai Dapat Menggerakan Kaki Dan Tangannya

*Disclaimer: Hasil yang didapatkan mungkin berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing individu.

Puloniti, April 2019 | 21.07 WIB

Kalau Anda pernah mendengar istilah Ischaemic Attack (TIA) atau biasa disebut dengan serangan iskemik sementara, maka bisa dikatakan pemahaman Anda terkait dengan stroke ringan sudah cukup mendalam bila dibandingkan orang rata-rata pada umumnya.

Saya Bambang, usia 53 tahun, asal Puloniti, Jawa Timur. Saya ingat sekali, waktu itu tanggal 13 Mei 2005, tepatnya di hari Jumat.. saat pertama kali saya mendapati isteri saya (Yani, 47 th) terduduk kaku, lemas tanpa bisa mengangkat kedua lengan dan tungkai kakinya.

Jangankan menggerakan badan, untuk senyum, mengerutkan dahi, mata dan mulut pun ia tidak bisa. Otot-otot wajah cenderung melemah. Sistem koordinasi tubuh juga mengalami gangguan, seperti hilangnya keseimbangan dalam berjalan atau ketika melakukan sesuatu.

Hanya sedikit kata yang dapat di ucapkan dari mulutnya, samar tak terdengar jelas. Air matanya tidak berhenti mengalir sambil terus menerus mengerang meminta pertolongan akibat mati rasa yang menyerang sebagian tubuhnya.

Saya panik! Tidak tahu harus berbuat apa, walau sekadar hanya untuk membuatnya merasa tenang. Tanpa berpikir panjang, segera saya larikan ia kerumah sakit terdekat agar mendapatkan tindakan yang tepat secepatnya.

Sesampainya dirumah sakit dibutuhkan beberapa rangkaian jenis tes yang harus dilalui, mulai dari tes darah, tes urin, tes gelombang otak hingga tes kolesterol/lipid, sebagai analisis akurat pengukuran kadar lemak dan kolesterol dalam tubuh.

Dari diagnosa yang didapatkan, diketahui bahwa isteri saya terserang stroke dengan sebuah gejala awal serius yang sering dikenal dengan Ischaemic Attack (TIA). Tanda-tandanya sama persis dengan apa yang isteri saya alami.

Dokter juga menjelaskan beberapa penyebab utama isteri saya terserang stroke seperti akibat kelelahan, dipicu dengan banyaknya pikiran, pola makan tidak sehat hingga kadar kolesterol yang terlampau tinggi, yakni 300 mg/dL.

Pikiran saya semakin kalut tak menentu. Terlintas dalam ingatan hari dimana ia sering mengeluhkan tentang pusing kepala yang sering dirasa, mudah merasa lelah, saat bangun tidur timbul rasa nyeri, pegal juga tegang dibagian punggung yang kemudian menjalar ke area tengkuk leher bahkan pundak, seperti orang salah bantal.

Lokasi rasa kakunya itu berpindah-pindah, tak jarang ia harus menunggu sekitar beberapa menit hingga rasa itu hilang dan bisa kembali normal.

Awalnya ia mengira hal-hal tersebut terjadi akibat stres atau kelelahan saja. Namun, lambat laun kondisinya bukan membaik justru semakin tak menentu.

Stroke yang menyerang sebagian tubuh isteri saya, memang memberikan banyak dampak terhadap kondisi psikisnya . Ia kesulitan saat mau bangun dari tempat tidur, sulit untuk dapat sekadar mandi, buang air kecil ataupun memakai baju sendiri. Sulit untuk berbicara lancar seperti dulu. Memahami kalimat-kalimat yang relatif sederhana untuk disampaikan pun sulit untuk ia terjemahkan. 

PHOTO-2019-06-14-09-16-58

Hingga akhirnya setelah sepekan berlalu.. isteri saya di izinkan pulang oleh dokter untuk kemudian mendapat perawatan lanjutan dirumah.

Empat belas (14) tahun sudah kami lalui semua, perlahan namun pasti isteri saya mulai menunjukkan banyak kemajuan berarti. Terapi latihan gerak motorik tetap kami lakoni, agar hasil yang didapatkan lebih optimal.

Kondisi terparah sempat terjadi di bulan Maret 2017 lalu. Hal itu menjadi lebih mengkhawatirkan bila  dibandingkan dengan keadaan-keadaan sebelumnya. Lemas dan mati rasa itu kembali terasa, ditambah dengan sesak nafas.

Berdasarkan keterangan dokter, disampaikan bahwa kadar kolesterol yang sangat tinggi itulah yang menjadi penyebab ketidakstabilan kesehatan isteri saya. Ya, kadar kolesterol tinggi mendorong bertumpuknya plak didalam aliran darah sehingga sirkulasi darah keseluruh tubuh menjadi terhambat.

Sampai di akhir pertengahan tahun 2018 kemarin, isteri saya hanya rutin mengkonsumsi obat-obatan kimia dari dokter (untuk stabilkan kadar kolesterol), dengan di imbangi pola makan yang sehat. 

Namun, akibat dari mengkonsumsi obat-obatan kimia dalam jangka waktu yang panjang itulah yang menyebabkan lemahnya kemampuan ginjal isteri saya. Hal itu terlihat dari berat badannya yang kian menurun drastis, seperti kurang bertenaga dan nyeri punggung dibagian bawah yang sering ia keluhkan.

Selama proses pengobatan isteri saya berlangsung, hingga sampai di hari ini.. telah banyak sekali metode pengobatan ataupun jenis obat-obatan herbal lainnya yang kami coba. Mulai dari akupuntur, pengobatan tenaga dalam, dsb. Tetap saja tidak memberikan dampak signifikan bagi kesehatan isteri saya.

Sampai akhirnya beberapa teman dari lingkungan sekitar merekomendasikan JAMKHO herbal untuk stabilkan kadar kolesterol secara alami.

Sebenarnya saya ragu untuk mencoba. Saya dan isteri sudah sangat lelah dan jenuh dengan banyaknya informasi terkait obat-obatan yang katanya kredibel, patut untuk di coba karena menggunakan Nanotechnology yang dapat menurunkan kadar kolesterol 1-2 jam saja setelah konsumsi.

Saya coba mencari tahu informasi selengkapnya mengenai produk JAMKHO.

Saya tidak ingin isteri saya mengkonsumsi obat yang judulnya hanya ingin coba-coba. Kesehatan terlalu berarti untuk dipertaruhkan seperti itu!

Saya coba meneliti kandungan apa saja yang ada didalamnya beserta izin apa saja yang dimiliki JAMKHO. Dari hasil yang didapatkan, diketahui JAMKHO memiliki kandungan yang terbuat dari 100% bahan-bahan alami dan telah mengantongi izin BPOM (TR. 133672511)  dan Sertifikasi Halal MUI (00130071780215) secara sah. Teruji secara klinis dengan diformulasikan oleh Pakar Herbal Indonesia, lebih dari 20 tahun pengalaman dibidangnya.

Berdasarkan rekomendasi banyaknya testimoni-testimoni yang saya dapatkan, akhirnya saya dan isteri mantap untuk mencoba mengkonsumsi JAMKHO Paket 1 Bulan.

Dan benar saja, setelah hampir sebulan rutin mengkonsumsi, kadar kolesterol isteri saya perlahan mulai mengalami perubahan. Turun beberapa angka dibandingkan kondisi sebelumnya.

Saya sangat bersyukur JAMKHO dapat membantu kelancaran  proses pengobatan yang sedang dijalani isteri saya, terutama untuk mengatasi kolesterolnya agar dapat tetap terjaga dengan baik.

Dengan begini, kami dapat meminimalisir biaya yang harus dikeluarkan ketika kami bolak-balik rumah sakit hanya untuk menebus obat penstabil kolesterol.

Keluhan-keluhan yang dirasa perlahan mulai berkurang, badannya terlihat lebih sehat, bugar dibandingkan sebelumnya. Reflek gerak dan kemampuan motorik lainnya semakin menunjukkan adanya peningkatan.

Senang rasanya bisa melihat ia kembali tersenyum, kembali bersemangat menata kehidupan. Alhamdulillah, keadaan mulai berangsur membaik seperti dulu.

Banyaknya obat-obatan yang beredar dipasaran dengan kualitas keaslian yang masih diragukan, cukup menjadi momok yang menakutkan bagi saya. Oleh karena itu kehati-hatian dalam memesan produk yang sesuai tetap harus diperhatikan dengan baik.

Sekadar info, bagi Anda yang juga mengalami keluhan yang sama dan ingin memesan JAMKHO Asli bergaransi.. Anda dapat langsung menghubungi Agen Resmi langganan kami di bawah ini.

Semoga informasi yang terangkum dapat bermanfaat. Salam sehat selalu!

Berapa Harga Jamkho?

Ukuran 100 ml
Rp 100.000,- per botol
*untuk pemakaian 3 – 5 hari

PROMO:
7 Botol = Rp 600.000,- 
(Hemat Rp 100.000,-)
*untuk pemakaian 1 Bulan

14 Botol = Rp 1.100.000,- 
(Hemat Rp 300.000,-)
*untuk pemakaian 2 Bulan

Klik Tombol di Bawah ini untuk Order atau Konsultasi

Kabar Baiknya…

Jamkho kini sudah bisa dibeli di Kota Anda!
Daftar Alamat & Kontak Mitra Resmi Jamkho dapat Anda lihat dengan klik tombol di bawah ini: